Tuesday, July 21, 2020

PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMK Tahun 2020/2021

PERANGKAT PEMBELAJARAN MATEMATIKA SMK Tahun 2020/2021
KELAS X

Alokasi Waktu : Download

Analisis KI-KD : Download

KI-KD : Download

Program Semester (Promes) : Download

Program Tahunan (Prota) : Download

Silabus : Download

RPP SEMESTER 1 ⇓⇓

RPP DARING BAB1 Bentuk Berpangkat, Akar, dan Logaritma : Download

RPP DARING BAB 2  Persamaan dan Pertidaksamaan Linear Satu Variabel yang Memuat Nilai Mutlak : Download

RPP DARING BAB 3 Sistem Persamaan Linear : Download

RPP DARING BAB 4 Program Linear : Download


KELAS XI

Alokasi Waktu :Download

Analisis KI-KD : Download

KI-KD : Download

Program Semester (Promes) : Download

Program Tahunan (Prota) : Download

Silabus : Download

RPP DARING SEMESTER 1 ⇓⇓

RPP DARING BAB1 Persamaan dan Fungsi Kuadrat : Download

RPP DARING BAB 2 Fungsi Komposisi dan Fungsi Invers : Download

RPP DARING BAB 3 Persamaan Lingkaran : Download

Friday, March 15, 2019

Persyaratan Pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Helllo gaes,, kali ini saya akan berbagi tentang persyaratan pembuatan SKCK untuk melamar kerja..
Oke langsung saja yah gaess...

Oke gaes di bawah ini ada syarat-syarat untuk pembuatan SKCK bagi permohonan baru, permohonan perpanjang dan SKCK untuk ke Luar Negri.

Permohonan Baru
Bagi kalian yang baru pertama kali membuat SKCK kalian harus membuat sidik jari terlebih dahulu, karena sidik jari adalah salah satu syarat untuk membuat SKCK. Tenang gaes pembuatan sidik jari tidak jauh dari ruangan pembuatan SKCK kok.. Jadi sebelum kalian masuk keruang pembuatan SKCK jika kalian belum memiliki kartu sidik jari atau kartunya hilang, silahkan masuk ke ruang pembuatan sidik jari terlebih dahulu. Oke gaes jika kalian sudah memiliki kartu sidik jari, silahkan kalian masuk ke ruan pembuatan SKCK. Berikut syarat-syarat pembuatan SKCK untuk Permohonan Baru:
  1. Foto Copy KTP
  2. Foto Copy KK
  3. Foto Copy Akta Kelahiran
  4. Sidik Jari
  5. Isi Formulir Pendaftaran
  6. Pas Foto Ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar (Background merah).
Permohonan Perpanjangan
Nah jika kalian sebelumnya sudah memiliki SKCK dan masa berlakunya sudah habis, kalian tidak usah untuk membuat baru. Kalian tinggal mengajukan untuk perpanjangan. Berikut syarat-syarat perpanjangan SKCK:
  1. SKCK Lama Lampirkan
  2. Foto Copy KTP
  3. Foto Copy KK
  4. Foto Copy Akta Kelahiran
  5. Sidik Jari
  6. Pas Foto Ukuran 4 x 6 sebanyak 3 lembar (Background merah).
Permohonan SKCK Luar Negeri
Nah nah nah, yang terakhir adalah permohonan pembuatan SKCK untuk ke Luar Negeri. Bagi kalian yang ingin pergi ke Luar Negeri berikut syarat-syarat pembuatan SKCK nya:
  1. Foto Copy KTP
  2. Foto Copy KK
  3. Foto Copy Akta Kelahiran
  4. Sidik Jari
  5. Isi Formulir Pendaftaran
  6. Pas Foto Ukuran 4 x 6 sebanyak 4 lembar (Background merah)
  7. Foto Copy Pasport
  8. Pengantar atau Rekomendasi dari PT/Sponsor
  9. Foto Copy Ijazah Terakhir.
Oke gaes itulah syarat-syarat dalam pembuatan SKCK.Oiyah gaes pembuatan SKCK dikenakan biaya sekitar Rp.30.000,00 (Tiga Puluh Ribu Rupiah) belum dengan pembuatan sidik jari yah gaes, hanya pembuatan SKCK nya saja.

Okee gaes terima kasih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat..



Wednesday, March 13, 2019

Materi Kuliah Pendidikan Matematika Kalkulus 1

Materi Kuliah Pendidikan Matematika Kalkulus 1
Berikut adalah materi kuliah pendidikan matematika pada semester 1, yaitu materi kalkulus 1.
  1. Definisi Turunan : - PDF : Download
  2. Turunan Fungsi : - PDF : Download
  3. Aturan Rantai, Notasi Leibnes, Turunan Tingkat Tinggi : - PDF : Download
  4. Pendiferensialan Implisit : - PDF : Download
  5. Nilai Maksimum dan Minimum : - PDF : Download
  6. Kemonotonan dan Kecekungan : - PDF : Download
  7. Pengertian Maksimum Lokal dan Uji Turunan : - PDF : Download
  8. Asimtot Grafik, Teorema Rolle, Teorema Nilai Rata-rata : - PDF : Download
Terima kaih telah berkunjung ke blog saya, semoga bermanfaat..

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar - Makalah Manusia dan Lingkungan

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar - Makalah Manusia dan Lingkungan
KATA PENGANTAR
Alhamdulillahi Rabbil ‘Alamin, segala puji bagi Allah yang telah memberikan kekuatan dan kemampuan sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah Ilmu Sosial Dasar (ISD) yang berjudul “MANUSIA DAN LINGKUNGAN”.
Selawat dan salam semoga tetap tercurah bagi janjungan Alam Nabi kita Muhammad SAW, beserta segenap sahabat dan keluarganya, serta para pengikutnya yang setia sehingga hari akhir nanti.
Keberadaan karya ilmiah yang disebut dengan makalah ini dihadapan pembaca merupakan sebuah tugas beban studi sebagai tugas yang harus diselesaikan oleh setiap mahasiswa dari sebuah lembaga pendidikan, oleh karena itu jauh dari prasangka dan praduga kalau keberadaannya untuk mengkritik kinerja dosen yang selama ini telah banyak menyumbang ilmu pengetahuan kepada penulis. Disamping sebagai tugas, pembuatan  makalah ini juga merupakan proses pengalaman penambahan wawasan dan pengetahuan bagi penulis untuk meniliti jenjang pendidikan yang lebih tinggi. Dalam penyusun makalah ini penulis banyak mendapati kesulitan-kesulitan faktor utama dikarenakan keterbatasan ilmu dan wawasan yang penulis miliki, disamping itu keterbatasan dana juga ikut mempengaruhi proses penyusunannya.
Namun berkat ketekunan dan kesabaran serta bantuan dan dukungan dari berbagai pihak akhirnya penulis dapat juga menyelesaikannya, dari itu penulis sangat berterima kasih kepada pihak-pihak yang telah turut serta membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini. Pada kesempatan ini penulis ingin menyampaikan ribuan terimakasih yang tak terhingga kepada :
  • Ayahanda dan Ibunda penulis yang telah memberikan dorongan (motivasi) moril, materil, maupun spiritual.
  • Bapak Fuadi, S.Ag., M.Ag yang telah berperan penting dalam menyelesaikan makalah ini sebagai pembimbing.
  • vKepada teman-teman yang telah banyak memberikan solusi dan motivasi kepada penulis.
Semoga Allah SWT memberikan yang berlipat ganda kebaikan kepada mereka yang berjasa membantu penulis dalam menyelesaikan makalah ini.


 BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Lingkungan (milleu) memiliki hubungan dengan manusia. Lingkungan memengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikian pula kehidupan manusia akan memengaruhi lingkungan tempat hidupnya. Hubungan antara lingkungan dan kehidupan manusia sudah diakui para pemikiraan tokoh dunia sejak dahulu.
Aristoteles mengatakan manusia dipengaruhi oleh aspek geografi dan lembaga politik. Montesquieu menyatakan bahwa iklim mempengaruhi perilaku politik dan semangat manusia. Arnold Toynbee menyatakan peradban manusia akan tumbuh pada lingkungan yang sukar dan penuh tantangan sehingga melahirkan elan vital. Henry Thomas Bucle mentakan bahwa iklim, tanaman, dan tanah saling berkaitan dalam memengaruhi karakter dan sifat manusia.
Dari beberapa pendapat di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa faktor lingkungan (tanah, iklim, topografi, sumber daya alam) dapat menjadi prakondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang memengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat memengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.
Bab ini mengkaji masalah lingkungan hidup dan manusia serta hubungan timbal balik antara keduanya. Uraiannya mencakup : hakikat dan makna lingkungan bagi manusia; kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia; problematika lingkungan sosial budaya yang dihadapi masyarakat beradab; isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa.

B.      Tujuan Penulisan
                 Adapun tujuan dari makalah ini adalah :
1.         Pembaca diharapkan mampu mengetahui hakikat dan makna lingkungan bagi manusia.
2.         Mengetahui kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia.
3.         Mengetahui masalah lingkungan sosial budaya yang dihadapi masyarakat beradab.
4.         Serta mengetahui isu-isu penting tentang prsoalan lintas budaya dan bangsa.

C.    Manfaat Penulisan
                 Adapun manfaat daripenulisan makalah ini ialah :
1.      Mampu menjelaskan hakikat dan makna lingkungan bagi manusia.
2.      Menguraikan pentingnya kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia.
3.      Mengidentifikasi masalah lingkungan sosial budaya yang dihadapi masyarakat beradab.
4.      Mengemukakan isu-isu penting tentang prsoalan lintas budaya dan bangsa.





BAB II
PEMBAHASAN
MANUSIA DAN LINGKUNGAN

A.    Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusia
Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –istilah Toynbee- sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki   karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi,2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya.
Lingkungan dapat berbentuk lingkungan fisik dan nonfisik. Lingkungan alam dan buatan adalah lingkungan fisik. Sedangkan lingkungan nonfisik adalah lingkungan sosial budaya di mana manusia itu berada. Lingkungan alam adalah keadaan yang diciptakan oleh Allah untuk manusia. Lingkungan buatan adalah dibuat oleh manusia. Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan simbol dan nilai, serta terkait dengan ekosistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau peruntukan ruang (sebagai bagian dari lingkungan binaan/buatan).
Lingkungan sangat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Arti penting lingkungan bagi manusia adalah sebagai berikut :
1.      Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
2.      Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
3.      Lingkungan memengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia.
4.      Lingkungan member tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
5.      Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan dan kebahagiaan hidup.

B.     Kualitas Penduduk dan Lingkungan terhadap Kesejahteraan manusia
1.      Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan
Penduduk pada dasarnya adalah orang-orang yang tinggal disuatu tempat yang secara bersama-sama menyelenggarakan kehidupannya. Penduduk Negara adalah orang-orang yang bertempat tinggal di suatu wilayah Negara, tunduk pada kekuasaan politik Negara dan menjalani kehidupannya di bawah tata aturan Negara yang bersangkutan. Hal yang berkaitan dengan penduduk Negara meliputi :
a.       Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian.
b.      Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan perimbangan penduduk di tiap wilayah Negara (Winarno,2007).
Petumbuhan penduduk akan selalu berkaitan dengan masalah lingkungan hidup. Penduduk dengan segala aktivitasnya akan memberikan dampak terhadap lingkungan. Demikian pula makin meningkatnya upaya pembangunan menyebabkan makin meningkat dampak terhadap lingkungan hidup. Dampak lingkungan hidup adalah pengaruh perubahan pada lingkungan hidup yang diakibatkan oleh suatu usaha atau kegiatan. Lingkungan hidup bisa berdampak positif dan negatif bagi kesejahteraan penduduk. Contoh perubahan positif : pembangunan jalan-jalan raya yang bisa menghubungkan daerah-daerah yang sebelumnya terisolir penghijauan, penanaman turus jalan. Perubahan yang positif dari lingkungan tersebut tentu dapat memberikan keuntungan dan sumber kesejahteraan bagi penduduk. Contoh negatif : yaitu kerusakan lingkungan hidup.
Kesejahteraan hidup penduduk Negara sangat ditentukan oleh kualitas penduduk yang bersangkutan. Kulitas penduduk mencerminkan kualitas insani dan sumber daya manusia yang dimiliki Negara.
2.      Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan Manusia
Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan  demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
            Pada masa sekarang, manusia tetap menginginkan lingkungan sebagai tempat maupun sumber kehidupannya yang dapat mendukung kesejahteraan hidup. Melalui ilmu pengetahuan dan teknologi, manusia mengusahakan lingkungan yang sebelumnya tidak memiliki daya dukung serta lingkungan yang tidak dapat untuk hidup (unhabitable) menjadi lingkungan yang memiliki daya dukung yang baik dan bersifat habitable. Contoh : manusia membangun bendungan, dam, atau waduk guna menampung air. Air tersebut digunakan untuk cadangan jika terjadi kemarau panjang, air bendungan digunakan untuk mengairi sawah-sawah waega. Air juga digunakan sebagai penggerak untuk pembangkit listrik. Daerah-daerah yang sebelumnya gersang, seperti daerah gurun di Arab sekarang ini sudah bisa ditanami pepohonan. Manusia membuat saluran khusus untuk menyalurkan air sungai ke wilayah tersebut. Bahkan, dalam waktu tertentu dibuat hujan buatan.
            Dewasa ini, manusia dengan kemampuan ilmu pengetahuan yang maju dan teknologi modern dapat mengatasi keterbatasan lingkungan, terutama yang bersifat fisik atau lingkungan alam. Daerah-daerah yang pada masa lalu dianggap tidak mungkin dapat digunakan sebagai tempat hidup, sekarang ini dimungkinkan. Daerah itu sekarang mampu memberi kesejahteraan bagi hidup manusia berkat penerapan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi telah meningkatkan kualitas hidup manusia melalui penciptaan lingkungan hidup yang mendukungnya.
            Pengelolaan lingkungan hidup adalah upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup. Pemgelolaan lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
a.       Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya.
b.      Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
c.       Mewujudkan manusia sebagai Pembina lingkungan hidup.
d.      Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan dating.
e.       Melindungi Negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah Negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.
Hakikat pengelolaan lingkungan hidup oleh manusia adalah bagaimana manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas lingkungan juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.
C.     Problematika Lingkungan Sosial Budaya yang Dihadapi Masyarakat Beradab
Lingkungan sosial adalah wilayah tempat berlangsungnya berbagai kegiatan, yaitu interaksi sosial antara berbagai kelompok beserta pranatanya dengan symbol dan nilai, serta terkait dengan ekosistem (sebagai komponen lingkungan alam) dan tata ruang atau peruntukan ruang (sebagai bagian dari lingkungan binaan/buatan).
1.      Interaksi dalam Lingkungan Sosial
Interaksi sosial bisa terjadi dalam situasi persahabatan ataupun permusuhan (kerjasama atau konflik), bisa dengan tutur kata, jabat tangan, bahasa isyarat, atau bahkan tanpa kontak fisik. Interaksi sosial hanya dapat berlangsung antara pihak-pihak apabila terjadi reaksi dari kedua belah pihah.

2.      Pranata dalam Lingkungan Sosial
Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata rangkaian tindakan berpola mantap guna memenuhi keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat. Contohnya, permainan silat yang diperagakan anak-anak sekolah yang sedang istirahat dan pertandingan silat dalam suatu kejuaraan. Maksud dari contoh ini adalah contoh yang pertama bukan pranata karena berlangsung dalam situasi tidak resmi dan tidak adanya aturan baku yang ditetapkan. Sedangkan contoh yang kedua merupakan pranata karena berlangsung dalam situasi resmi dengan mendasarkan pada aturan pertandingan silat yang telah ditetapkan.
3.      Problema dalam Kehidupan sosial
Problema sosial merupakan persoalan karena menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan, dengan hokum, dan bersifat merusak. Problema sosial menyangkut nilai-nilai sosial dan moral yang menyimpang sehingga perlu diteliti, diperbaiki, bahkan untuk dihilangkan. Problema sosial yang terjadi dan dihadapi masyarakat banyak dan  dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
a.       Problema sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran.
b.      Problema sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
c.       Problema sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa, dan disorganisasi.
d.      Problema sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan, kenakalan anak, konflik ras, dan konflik keagamaan.

D.    Isu-isu Penting tentang Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa
Isu-isu penting yang menjadi persoalan lintas budaya dan bangsa pada umumnya merupakan isu global yang menjadi keprihatinan umat manusia sedunia. Merupakan isu global karena persoalan ini tidak hanya dihadapi umat manusia dalam suatu Negara atau wilayah tertentu, tetapi melanda ke berbagai belahan dunia.
            Berikut ini adalah isu-isu yang mengenai lingkungan dan isu mengenai kemanusiaan, yaitu :
1.      Isu tentang Lingkungan
a. Kekurangan Pangan
Kekurangan pangan menciptakan kekhawatiran berbagai pihak. Dunia pun diliputi kekhawatiran itu, karena pertambahan penduduk yang tinggi, terutama di negara-negara berkembang. Kekurangan pangan menciptakan gejala serius berupa kelaparan, karena pangan itu merupakan kebutuhan pokok manusia yang hakiki.
b. Kekurangan Sumber Air Bersih
Sejak dulu air diakui sebagai sumber kehidupan. Khususnya air bersih banyak dimanfaatkan manusia untuk berbagai keperluan, terutama sekali untuk minum. Kurangnya ketersediaan air bersih berarti telah terjadi kelangkaan air sebagai sumber kehidupan. Tidak tersedianya air bersih dapat memicu timbulnya berbagai macam penyakit, seperti kolera, tifus, malaria, demam berdarah, dan penyakit lain yang menular.
c. Polusi atau Pencemaran
Polusi atau pencemaran lingkungan hidup adalah masuknya atau dimasukkannya makhluk hidup, zat, energi, atau komponen lain kedalam lingkungan hidup oleh kegiatan manusia sehingga kualitasnya turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan lingkungan hidup tidak dapat berfungsi sesuai dengan peruntukkannya. Pencemaran dapat digolongkan menjadi tiga, yaitu : pencemaran udara, air, dan tanah. Pencemar udara dapat berupa gas dan partikel. Contohnya : gas, Gas CO, CO2, dan batu bara. Polusi air dapat disebabkan oleh pembuangan limbah industri, sisa insektisida, dan pembuangan sampah domestik, sampah organik, dan fosfat. Pencemaran tanah disebabkan oleh sampah-sampah plastik yang sukar hancur, botol, karet sintesis, pecahan kaca, dan kaleng; detergen yang bersifat nonbiodegradable (secara alami sulit diuraikan) dan zat kimia dari buangan pertanian, misalnya insektisida.

d. Perubahan iklim
Sumber energi fosil (minyak bumi, batu bara, dan gas alam) yang dihasilkan oleh banyak pembangkit energi mengakibatkan terjadinya pencemaran udara. Perubahan iklim mengakibatkan adanya perubahan-perubahan yang tidak terkirakan sebelumnya, seperti peningkatan suhu, melelehnya gunung es permukaan air laut naik, banyaknya banjir dan badai, serta musim panas yang semakin panjang.

2.      Isu Tentang Kemanusiaan
a. Kemiskinan
Kemiskinan merupakan masalah global yang sering dihubungkan dengan kebutuhan, kesulitan, dan kekurangan di berbagai keadaan hidup.

b. Konflik atau Perang
Konflik diartikan sebagai suatu proses sosial antara dua orang atau lebih (bisa juga kelompok) di mana salah satu berusaha menyingkirkan pihak lain dengan menghancurkannya atau membuatnya tidak berdaya. Konflik dilatarbelakangi oleh perbedaan ciri-ciri yang dibawa individu dalam suatu interaksi. Perbedaan-perbedaan tersebut diantaranya adalah menyangkut ciri fisik, kepandaian, pengetahuan, adat istiadat, keyakinan dan lain sebagainya.

c. Wabah Penyakit
Wabah adalah kejadian berjangkitnya suatu penyakit menular dalam masyarakat yang jumlah penderitaannya meningkat secara nyata, melebihi keadaan yang lazim pada waktu dan daerah tertentu serta dapat menimbulkan malapetaka. Sumber penyakit dapat berasal dari manusia, tumbuhan, dan benda-benda yang mengandung atau tercemar penyakit, serta yang menimbulkan wabah. Wabah membahayakan kesehatan masyarakat karena dapat mengakibatkan sakit, cacat, dan kematian.


BAB III
PENUTUP
A.    KESIMPULAN
Dari sekian banyak uraian diatas, maka penulis bisa mengambil kesimpulan yaitu :
Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.

B.     SARAN-SARAN
Dalam penulisan makalah ini penulis ingin menyarankan kepada pembaca diantaranya   sebagai berikut :
Ø  Jadikanlah makalah ini sebagai pedoman untuk meningkatkan motivasi belajar yang lebih tinggi lagi.
Ø  Khususnya bagi generasi muda adalah calon sarjana, jadi anda harus mempunyai wawasan yang luas dan berintelektual tinggi.
Ø  Sebaiknya pembaca lebih banyak mempelajari tentang hakikat dan makna lingkungan bagi manusia, kualitas penduduk dan lingkungan terhadap kesejahteraan manusia, masalah lingkungan sosial budaya yang dihadapi masyarakat beradab, serta isu-isu penting tentang persoalan lintas budaya dan bangsa. Lebih banyak mempelajari maka akan lebih menguasainya. Amin Ya Rabbal ‘Alamiin

DAFTAR PUSTAKA

 Elly M. Setiady, M.Si. dkk. 2006. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar.  Jakarta: Kencana Prenada Media.

Moh. Soerjani, dkk. 1987. Lingkungan : Sumber Daya Alam dan Kependudukan dalam Pembangunan. Jakarta : UI Press


Ilmu Sosial dan Budaya Dasar - Makalah Manusia dan Kegelisahan

Ilmu Sosial dan Budaya Dasar - Makalah Manusia dan Kegelisahan
BAB I
PENDAHULUAN

  1. A.      Latar Belakang.
Membahas tentang manusia berarti membahas tentang kehidupan sosial dan budayanya, tentang tatanan nilai-nilai, peradaban, kebudayaan, lingkungan, sumber alam, dan segala aspek yang menyangkut manusia dan lingkungannya secara menyeluruh.
Manusia adalah mahluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati, dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik baik itu positis maupun negatif.
Manusia atau orang dapat diartikan berbeda-beda menurut biologis, rohani, dan istilah kebudayaan, atau secara campuran. secara biologis, manusia diklasifikasikan sebagai Homo Sapiens (bahasa latin untuk manusia) sebuah spesies primata dari golongan mamalia yang dilengkapi otak berkemampuan tinggi.
Manusia juga sebagai mahkluk individu memiliki pemikiran-pemikiran tentang apa yang menurutnya sesuai ketika tindakan-tindakan yang ia ambil dan sebagai makhluk sosial yang saling berhubungan dan keterkaitannya dengan lingkungan dan tempat tinggalnya.
Lingkungan adalah Suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Lingkungan hidup adalah kesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaan, dan makhluk hidup, termasuk di dalamnya manusia dan perilakunya. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia.
Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatankan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.
Lingkungan memiliki hubungan dengan manusia. lingkungan mempengaruhi sikap dan perilaku manusia, demikianpula kehidupan manusia akan mempengaruhi lingkungan tempat hidupnya.
Faktor lingkungan (Tanah, Iklim, Topografi, Sumber daya alam) dapat menjadi pra kondisi bagi sifat dan perilaku manusia. Lingkungan menjadi salah satu variabel yang mempengaruhi kehidupan manusia. Manusia pun dapat mempengaruhi lingkungan demi kemajuan dan kesejahteraan hidupnya.


  1. B.      Rumusan masalah.
  1. Memahami Pendalaman Mengenai Pengertian Manusia dan Lingkungan ?
  2. Apa Hakikat dan Makna Lingkungan bagi Manusia ?
  3. Bagaimana Kualitas Lingkungan dan Penduduk Terhadap Kesejahteraan ?
  4. Apa saja Problematika Lingkungan Sosial Budaya yang Dihadapi Masyarakat ?
  5. Apa saja Isu-isu Penting Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa ?
  1. C.      Tujuan.
  1. Agar mahasiswa dapat memahami pendalaman Pengertian Manusia dan Lingkungan ?
  2. Agar mahasiswa dapat mengetahui hakikat dan makna lingkungan bagi manusia.
  3. Agar mahasiswa dapat mengetahui kualitas lingkungan dan penduduk terhadap kesejahteraan, problem lingkungan yang dihadapi manusia, serta isu-isu persoalan lintas budaya dan bangsa.

 BAB II
LANDASAN TEORI

  1. A.    Pengertian Manusia dan Lingkungan.
  1. 1.                   Pengertian Manusia.
Manusia adalah Makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif maupun negatif.

  1. 2.                   Pengertian Lingkungan.
Lingkungan adalah Suatu media di mana makhuk hidup tinggal, mencari penghidupannya dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal-balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan rill.

  1. B.     Hakikat dan Makna Lingkungan Bagi Manusia.

Manusia hidup pasti mempunyai hubungan dengan lingkungan hidupnya. Pada mulanya, manusia mencoba mengenal lingkungan hidupnya, kemudian barulah manusia berusaha menyesuaikan dirinya. Lebih dari itu, manusia telah berusaha pula mengubah lingkungan hidupnya demi kebutuhan dan kesejahteraan. Dari sinilah lahir peradaban –(Istilah Toynbee)- sebagai akibat dari kemampuan manusia mengatasi lingkungan agar lingkungan mendukung kehidupannya. Misalnya, manusia menciptakan jembatan agar bisa melewati sungai yang membatasinya.
Lingkungan adalah suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki  karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya, terutama manusia yang memiliki peranan yang lebih kompleks dan riil (Elly M. Setiadi, 2006). Pada hakikatnya, manusia dan lingkungan sangat berhubungan erat, manusia tidak mampu memenuhi kebutuhannya apabila tidak ada lingkungan. Lingkungan amat penting bagi kehidupan manusia. Segala yang ada pada lingkungan dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk mencukupi kebutuhan hidup manusia, karena lingkungan memiliki daya dukung, yaitu kemampuan lingkungan untuk mendukung perikehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Arti Penting Lingkungan Bagi Manusia adalah sebagai berikut:
  1. Lingkungan merupakan tempat hidup manusia. Manusia hidup, berada, tumbuh, dan     berkembang di atas bumi sebagai lingkungan.
  2. Lingkungan memberi sumber-sumber penghidupan manusia.
  3. Lingkungan mempengaruhi sifat, karakter, dan perilaku manusia yang mendiaminya.
  4. Lingkungan memberi tantangan bagi kemajuan peradaban manusia.
  5. Manusia memperbaiki, mengubah, bahkan menciptakan lingkungan untuk kebutuhan   dan kebahagiaan hidup.

Selain itu ada pula peranan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan hidup melalui cara sebagai berikut :
  1. Meningkatkan kemandirian, keberdayaan masyarakat dan kemitraan.
  2. Menumbuhkembangkan kemampuan dan kepeloporan masyarakat.
  3. Menumbuhkan ketanggapsegeraan masyarakat untuk melakukan pengawasan sosial.
  4. Memberikan saran dan pendapat.
  5. Menyampaikan informasi dan / atau menyampaikan laporan.
  1. C.    Kualitas Penduduk dan Lingkungan Terhadap Kesejahteraan Manusia.
  1. Hubungan Lingkungan dengan Kesejahteraan.
Berdasarkan uraian sebelumnya bahwa ada hubungan yang erat antara lingkungan dengan manusia. Lingkungan memberikan makna atau arti penting bagi manusia dalam rangka memenuhi kebutuhan hidupnya. Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Lingkungan hidup menjadi sumber dan penunjang hidup. Dengan demikian, lingkungan mampu memberikan kesejahteraan dalam hidup manusia.
Pengelolaan Lingkungan Hidup adalah Upaya terpadu dalam pemanfaatan, penataan, pemeliharaan, pengawasan, pengendalian, pemulihan, dan pengembangan lingkungan hidup.

Pengelolaan Lingkungan memiliki tujuan sebagai berikut:
  1. Mencapai kelestarian hubungan manusia dengan lingkungan hidup sebagai tujuan membangun manusia seutuhnya.
  2. Mengendalikan pemanfaatan sumber daya secara bijaksana.
  3. Mewujudkan manusia sebagai pembina lingkungan hidup.
  4. Melaksanakan pembangunan berwawasan lingkungan untuk kepentingan generasi sekarang dan yang akan datang.
  5. Melindungi negara terhadap dampak kegiatan di luar wilayah negara yang menyebabkan kerusakan dan pencemaran lingkungan.

Hakikat Pengelolaan Lingkungan Hidup Oleh Mansusia adalah Bagaimana manusia melakukan berbagai upaya agar kualitas manusia meningkat sementara kualitas lingkungan juga semakin baik. Lingkungan yang berkualitas pada akhirnya akan memberikan manfaat bagi manusia, yaitu meningkatkan kesejahteraan.

Undang-undang No. 23 1997 tentang Pengelolaaan Lingkungan Hidup yang mengatur hak, kewajiban, dan peran warga negara perihal pengelolaan ini. Hak, kewajiban, dan peran itu sebagai berikut:
  1. Setiap orang mempunyai hak yang sama atas lingkungan hidup yang baik dan  sehat.
  2. Setiap orang mempunyai hak atas informasi lingkungan hidup yang berkaitan dengan peran dalam pengelolaan lingkungan hidup. Setiap orang mempunyai hak untuk berperan dalam rangka pengelolaan hidup sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
  3. Setiap orang berkewajiban memelihara kelestarian fungsi lingkungan hidup serta mencegah dan menanggulangi pencemaran dan perusakan lingkungan hidup.
  4. Setiap yang melakukan usaha dan/atau kegiatan berkewajiban memberikan informasi yang benar dan akurat mengenai pengelolaan lingkungan hidup.
  5. Masyarakat mempunyai kesempatan yang sama dan seluas-luasnya untuk berperan dalam pengelolaan lingkungan hidup.
  1. Hubungan Penduduk dengan Lingkungan dan Kesejahteraan.
Di negara, penduduk merupakan salah satu modal dasar pembangunan. Sebagai modal dasar atau set pembangunan, penduduk tidak hanya sebagai sasaran pembangunan, tetapi juga merupakan pelaku pembangunan. Mereka adalah subjek dan objek dari pembangunan negara. Pembangunan pada dasarnya dilakukan oleh penduduk negara dan ditujukan untuk kebutuhan dan kesejahteraan penduduk yang bersangkutan.

Hal yang berkaitan dengan penduduk negara meliputi :
  1. Aspek kualitas penduduk, mencakup tingkat pendidikan, keterampilan, etos kerja, dan kepribadian.
  2. Aspek kuantitas penduduk yang mencakup jumlah penduduk, pertumbuhan, persebaran, perataan, dan pertimbangan penduduk ditiap wilayah negara.

Perubahan lingkungan sebagai akibat tindakan manusia tidak jarang memberikan dampak negatif, yaitu kerusakan lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup tidak hanya meniadakan daya dukung lingkungan itu sendiri, tetapi juga memberi resiko bagi kehidupan manusia. Kerusakan lingkungan hidup merupakan problematika besar yang dialami umat manusia sekarang ini. Bahkan, isu tentang lingkungan hidup merupakan satu dari tiga isu global dewasa ini, yaitu isu tentang HAM, demokrasi, dan lingkungan.

Beberapa Problema Lingkungan Hidup dewasa ini antara lain :
  1. Pencemaran (polusi) lingkungan, yang mencakup pencemaran udara, pencemaran  air, pencemaran tanah, dan pencemaran suara.
  2. Masalah kehutanan, seperti penggundulan hutan, pembalakan hutan, dan kebakaran hutan.
  3. Erosi dan Banjir.
  4. Tanah longsor, kekeringan, dan abrasi pantai.
  5. Menipisnya lapisan ozon dan efek rumah kaca.
  6. Penyakit yang disebabkan oleh lingkungan yang buruk, seperti gatal-gatal, batuk,   infeksi saluran pernapasan, diare, dan tipes.
Beberapa masalah yang berkaitan kerusakan Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup :
  1. Terus menurunya kondisi Hutan Indonesia.
  2. Kerusakan daerah aliran sungai.
  3. Habitat ekosistem pesisir dan laut semakin rusak.
  4. Citra pertambangan yang merusak lingkungan.
  5. Tingginya ancaman terhadap keanekaragaman hayati.
  6. Pencemaran air semakin meningkat.
  7. Kualitas udara semakin menurun, khususnya di ibu kota dankota-kota besar lainnya.
  1. D.    Problematika Sosial Budaya yang dihadapi Masyarakat.
  1. Interaksi dalam Lingkungan Sosial.
Interaksi sosial merupakan hubungan sosial yang dinamis, yang menyangkut hubungan timbal balik antara perorangan, antara kelompok manusia dalam bentuk akomodasi, kerja sama, persaingan, dan pertikaian.
Interaksi sosial dapat terjadi apabila ada kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan usaha pendekatan pertemuan fisik dan mental. Kontak sosial dapat bersifat primer (face to face) dan dapat berbentuk sekunder (melalui media perantara, koran, radio, tv, dan lain-lain). Komunikasi merupakan usaha penyampaian informasi kepada manusia lain. Tanpa komunikasi tidak mungkin terjadi interaksi sosial. Komunikasi bisa berbentuk lisan, tulisan, atau simbol lainnya. Bentuk-bentuk interaksi sosial dapat berupa kerja sama (cooperation), akomodasi (accomodation), persaingan (competition), dan pertikaian (conflict).

  1. Pranata dalam Lingkungan Sosial.
Pranata sosial (dalam bahasa Inggris Istilahnya institution) menunjuk pada sistem pola-pola resmi yang dianut suatu warga masyarakat dalam berinteraksi (Koentjaraningrat, 1996). Pranata adalah suatu sistem norma khusus yang menata rangkaian tinakan berpola mantap guna memenuhi keperluan yang khusus dalam kehidupan masyarakat.

  1. Problema dalam Kehidupan Sosial.
Problema sosial merupakan persoalan kareba menyangkut tata kelakuan yang abnormal, amoral, berlawanan dengan hukum, dan bersifat merusak.
Sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya, maka problema sosial dapat diklasifikasikan sebagai berikut (Soerjono Soekanto, 1982):
  1. Problema sosial karena faktor ekonomi, seperti kemiskinan, kelaparan, dan pengangguran.
  2. Problema sosial karena faktor biologis, seperti wabah penyakit.
  3. Problema sosial karena faktor psikologis, seperti bunuh diri, sakit jiwa, dan disorganisasi.
  4. Problema sosial karena faktor kebudayaan, seperti perceraian, kejahatan, kenakalan anak, konflik ras, dan konflik agama.

  1. E.     Isu-isu Penting Tentang Persoalan Lintas Budaya dan Bangsa.
  1. Isu Tentang Lingkungan.
  1. Kekurangan Pangan.
  2. Kekurangan Sumber Air Bersih.
  3. Polusi atau Pencemaran.
  4. Perubahan Iklim.
  1. Isu Tentang Kemanusiaan.
  1. Kemiskinan.
  2. Konflik atau Perang.
  3. Wabah Penyakit.






BAB III
PENUTUP

Kesimpulan :
Manusia adalah Makhluk hidup ciptaan tuhan dengan segala fungsi dan potensinya yang tunduk kepada aturan hukum alam, mengalami kelahiran, pertumbuhan, perkembangan, dan mati dan seterusnya, serta terkait serta berinteraksi dengan alam dan lingkungannya dalam sebuah hubungan timbal balik itu positif maupun negatif.
Lingkungan adalah Suatu media di mana makhluk hidup tinggal, mencari, dan memiliki karakter serta fungsi yang khas yang mana terkait secara timbal balik dengan keberadaan makhluk hidup yang menempatinya. Pada hakikatnya, manusia dan lingkungan sangat berhubungan erat, manusia tidak mampu memenuhi kebutuhannya apabila tidak ada lingkungan. Lingkungan dapat memberikan sumber kehidupan agar manusia dapat hidup sejahtera. Dalam kehidupan manusia yang berhubungan dengan lingkungan, ada kalanya mengalami suatu problem atau masalah.
Problematika lingkungan sosial budaya yang dihadapi masyarakat bisa berupa dalam hal: interaksi dalam lingkungan sosial, pranata dalam lingkungan sosial, dan problema dalam kehidupan sosial.
Isu-isu penting persoalan lintas budaya dan bangsa dibagi menjadi dua, yaitu isu tentang lingkungan (kekurangan pangan, kekurangan sumber air bersih, polusi atau pencemaran, dan perubahan iklim), dan isu tentang kemanusiaan (kemiskinan, konflik atau perang, wabah penyakit).

Saran :
Kepada masyarakat yang sudah membaca dan memahami makalah ini, ada beberapa saran yang kami sampaikan : Manusia sangat berhubungan dengan lingkungan, oleh karena itu manusia harus mampu menjaga dan melestarikan lingkungannya, selain itu manusia harus mampu menjaga eksistensinya dalam sosialisasi dengan manusia lain di lingkungannya, manusia juga memiliki problema dalam kehidupannya sehingga manusia dituntut untuk mampu menangani problema tersebut.


BAB IV
DAFTAR PUSTAKA

-          Bambang S. Mintargo. 1986. Manusia dan Nilai Budaya. Jakarta: Universitas Trisakti.