Thursday, February 6, 2014

Keanekaragaman Hayati


Cenderawasih, Burung Cantik Langka


Hari jum’at lalu saya mengikuti kegiatan Kemah Bakti Sosial yang diadakan di desa Majalengkah. Setelah sampai di sana saya melihat begitu indahnya tempat itu, di samping kanan-kiri banyak terdapat pepohonan dan rumput-rumputan, tetapi saya tidak mengetahui pohon dan rumput-rumputan apakah itu, karena begitu beragamnya. Sungguh indahnya anugrah Tuhan ini yang telah menciptakan tumbuh-tumbuhan di dunia ini. Alangkah indahnya jika kita merawatnya dan tidak merusaknya, tetapi bukan di tempat itu saja yang memiliki banyak pepohohan, di tempat lainpun banyak.
Indonesia, iya Indonesia negeri kita ini adalah negeri yang kaya akan berbagai macam hewan, tumbuh-tumbuhan serta beragam jenis lainnya, dan saking kayanya sehingga kita seakan memiliki sikap acuh tak acuh terhadap apa yang kita miliki, kita tidak menyadari bahwa Indonesia ini adalah menduduki nomor dua  terkaya akan keanekaragaman hayatinya setelah brazil. Sebagai warga Indonesia, kita harus memiliki kepedulian tersendiri terhadap keanekaragaman hayati karena negeri kita dijuluki gudang botani dunia dan negara megabiodiversity. Namun, perhatian kita terhadap kekayaan ini sangat kurang sehingga banyak jenis makhluk hidup mengalami kepunahan, menjadi langka, atau diakui secara hak paten atas temuan spesies baru oleh orang-orang asing. Padahal, apabila bangsa Indonesia terus mengeksplorasi kandungan flora, fauna, dan mikroorganisme yang ada, masih banyak kesempatan mengidentifikasi dan membuat hak paten hasil temuan atas nama sendiri. Masih sekitar 90% keanekaragaman hayati di Indonesia yang belum teridentifikasi.

Apasih keanekaragaman hayati itu? Keanekaragaman hayati adalah variasi atau perbedaan bentuk-bentuk makhluk hidup, meliputi perbedaan pada tumbuhan, hewan, dan mikroorganisme, materi genetik yang di kandungnya, serta bentuk-bentuk ekosistem tempat hidup suatu makhluk hidup. Seperti yang sudah di paparkan tadi bahwa negeri kita ini kaya akan keanekaragaman hayati namun sayangnya banyak berbagai jenis dari tingkatan keanekaragaman hayati di Indonesia hampir punah dan bahkan sudah ada yang punah. Kepunahan itu terjadi karna berbagai faktor, tetapi factor yang paling utama yaitu karena ulah tangan manusia.

Akhir-akhir ini tingkat kepunahan keanekaragaman hayati semakin meningkat, salah satu contohnya yaitu pada burung cenderawasih. Siapa sih yang tidak kenal dengan burung cendrawasih nan indah ini? Satwa langka dari Papua ini sejak dulu telah memikat hati banyak orang. Burung cendrawasih yang menjadi fauna kebanggaan dan identitas dari Papua ini hidup di hutan lebat atau di dataran rendah dan kebiasaannya bermain di pagi hari saat matahari mulai menampakkan cahaya di ufuk .

Burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50 gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.

Burung yang mendapat julukan burung surga itu dahulu populasinya cukup banyak di hutan Papua, namun karena terus diburu akhirnya populasinya kini menurun drastis dan sudah sulit dijumpai. Ada beberapa penyebab mengapa jenis satwa langka ini terancam punah. Penyebabnya antara lain, hutan tempat mereka berlindung dan berkembang biak mulai menyempit seiring dengan semakin meningkatnya penebangan hutan oleh perusahaan pemegang hak pengusahaan hutan (HPH). Faktor lain yang menyebabkan populasi burung Cendrawasih menurun drastis adalah sifat reproduksi hewan langka tersebut sangat lamban. Kondisi ini semakin diperburuk oleh pemburu liar. Kemudian factor lainnya yaitu kebakaran hutan dan masih adanya aksi perburuan satwa langka untuk diperjual belikan oleh masyarakat. Perburuan burung  Cendrawasih sebenarnya sudah dilarang di pasaran berdasarkan surat keputusan Menteri Kehutanan, namun karena harga burung ini cukup menggiurkan dan bisa memenuhi kebutuhan ekonomi, sehingga para pemburu terus mengadakan perburuan liar.

Manusia, iya manusia adalah salah satu factor utama penyebab kepunahan keanekaragaman hayati. Satu persatu setiap hari ada saja dari berbagai keanekaragaman hayati yang terancam punah bahkan ada yang sudah punah. Kita bayangkan jika suatu saat nanti semua keanekaragaman hayati di dunia ini punah, bukankah keanekaragaman hayati itu memberikan manfaat yang sangat besar dalam kelangsungan hidup manusia, lalu  bagaimana cara kita melestarikannya? Salah satu cara melestarikan keanekaragaman hayati yang terancam punah seperti populasi burung cendrawasih yang terus menurun yaitu ada beberapa pihak untuk mencoba melakukan penangkaran. Salah satu yang berhasil melakukan penangkaran adalah Taman Burung dan Rimba Reptil Bali di Gianyar Bali terhadap burung cendrawasih jenis kepala merah
Previous Post
Next Post

Seorang lulusan sarjana pendidikan yang sekarang menjadi pengajar di salah satu satuan pendidikan dan seorang guru les di salah satu instansi. Serta sekarang mulai mejadi blogger.

0 Comments: